Literasi Keselamatan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan Pesawat Latih Akademi Penerbang Indonesia (API) Banyuwangi di Desa Sumbersewu
Keywords:
Keselamatan penerbangan, Pertolongan pertama, Kecelakaan pesawat latih, Masyarakat pesisir, Literasi keselamatanAbstract
Insiden kecelakaan pesawat latih Cessna milik Akademi Penerbangan Indonesia Banyuwangi pada 4 Februari 2025 di perairan Gumuk Kantong, Muncar menjadi perhatian serius sekaligus momentum untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat, khususnya di Desa Sumbersewu yang secara geografis berdekatan dengan area latihan penerbangan dan berpotensi terdampak kejadian serupa di masa mendatang. Rendahnya literasi keselamatan, kurangnya pelatihan pertolongan pertama, ketiadaan sistem koordinasi darurat, serta keterbatasan sarana pendukung menjadi tantangan utama yang dihadapi masyarakat dalam merespons potensi kecelakaan pesawat latih maupun kondisi kedaruratan lainnya. Situasi ini menunjukkan bahwa intervensi nyata melalui Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat sangat diperlukan dengan harapan masyarakat memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran baru yang mampu memperkuat peran mereka sebagai bagian penting dari sistem tanggap darurat berbasis komunitas. Metode pelaksanaan kegiatan diawali dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pelaporan kegiatan dan tahapan evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesadaran keselamatan penerbangan dan berpotensi untuk di replikasi di wilayah lain melalui pelatihan berkala serta penguatan kolaborasi lintas lembaga secara berkelanjutan.









