Meningkatkan Daya Saing Wisata Lokal: Program Pelatihan Pengelolaan Destinasi Desa Gintangan
Keywords:
Desa Gintangan, Kerajinan bambu, Diversifikasi ekonomi, Digitalisasi UMKM, Pengembangan wisata budayaAbstract
Desa Gintangan sebagai sentra kerajinan anyaman bambu menghadapi sejumlah tantangan dalam menjaga keberlanjutan ekonominya. Permasalahan utama meliputi ketergantungan pada satu komoditas bambu, minimnya regenerasi pengrajin muda, serta rendahnya pemanfaatan digitalisasi dalam promosi dan pemasaran. Selain itu, keterbatasan infrastruktur pendukung dan kurangnya inovasi produk turut menghambat pengembangan usaha. Atas dasar tersebut dilaksanakanlah program pengabdian kepada masyarakat dengan tujuan memberikan solusi strategis melalui diversifikasi ekonomi, pelatihan regenerasi pengrajin muda, digitalisasi promosi, penguatan infrastruktur UMKM, peningkatan inovasi produk, serta penguatan Festival Bambu sebagai pilar budaya dan ekonomi. Metode pelaksanaan dilakukan melalui tiga tahap: perencanaan, pelaksanaan pelatihan dan pendampingan, serta evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan dan sosialisasi di Desa Gintangan memberikan dampak signifikan bagi peningkatan wawasan, kapasitas, dan motivasi masyarakat Desa Gintangan dalam mengelola potensi wisata lokal. Antusiasme masyarakat terlihat jelas selama kegiatan berlangsung. Para pengrajin bambu secara aktif berdiskusi mengenai upaya peningkatan kualitas produk, sementara perangkat desa menunjukkan komitmen dalam memperkuat pengelolaan desa wisata.









